Kamis, 15 Oktober 2015

Tanya Jawab

BY Unknown No comments



Apa itu RITA?

RITA adalah program kerjasama kemitraan peternakan Ayam Kampung Asli yang kegiatan utamanya adalah membeli bibit Ayam Kampung, memeliharanya hingga layak panen, kemudian menjualnya di pasar.

Di mana lokasi peternakannya?

Saat ini kami baru memiliki 1 peternakan di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dengan kapasitas 6 kandang @ 1000 ekor. Insya allah akan segera menyusul beberapa peternakan di berbagai lokasi di Kabupaten Bogor (Kecamatan Ciampea, Jasinga, Cigudeg dan  Jonggol) juga di Kabupateb Tasikmalaya dan Ciamis serta berbagai wilayah lainnya di seluruh Indonesia sejalan dengan perkembangan usaha.

Bagaimana bentuk kerjasamanya?

Bentuk kerjasamanya adalah Anda menginvestasikan sejumlah uang kepada kami untuk membeli beberapa ekor ayam dan biaya pemeliharaannya, kemudian kami sebagai pengelola berkewajiban memelihara ayam tersebut hingga layak dijual dan menjualnya ke pasar. Modal akan diputar kembali untuk siklus pemeliharaan berikutnya. Keuntungan akan dibagikan kepada investor dan pengelola.

Berapa persen Bagi Hasilnya?

Bagi hasil adalah dari keuntungan bersih. 40% untuk pemodal, dan 40% untuk pengelola (DnR Farm) dan 20% untuk pekerja kandang.

Berapa Modal yang dibutuhkan?

Kami telah menyediakan kandang dan manajemen peternakan. Modal yang dibutuhkan hanyalah bibit ayam beserta biaya pemeliharaannya. Biaya pemeliharaannya sudah termasuk biaya pakan, obat-obatan, dan perawatan kandang hingga penen. Biaya pemeliharaan terus berubah-ubah, tergantung dengan harga pakan dan kondisi perekonomian di pasar. Untuk memudahkan penghitungan kami mencatat modal dalam satuan ayam. Biaya pemeliharaan terbaru dapat dilihat di link ini.

Mengapa modal dicatat dalam satuan ayam?

Pada prinsipnya, modal yang disetorkan akan langsung kami belikan bibit dan sapronak nya (sarana produksi ternak: pakan, vaksin, vitamin, obat-obatan dll), jadi untuk memudahkan perhitungan porsi modal, kami mencatat modal dalam ayam. Selain itu harga pakan cenderung mengalami kenaikan, begitu juga biaya lainnya. Jika dihitung dalam rupiah, dikhawatirkan akan menzholimi pemodal yang lama, sewaktu mendaftar dengan biaya pemeliharaan masih murah.

Berapa kira-kira nominal bagi hasil yang kami dapatkan?

Kami tidak bisa memberikan bilangan yang pasti. Karena bilangan keuntungan akan dipengaruhi oleh banyak faktor mengalami kenaikan atau penurunan sesuai dengan kondisi pasar dan tingkat kematian ternak.

Bagaimana dengan resiko investasi ini?

Karena kita memelihara makhluk hidup, tentu resiko terkait dengan kematian. Selain ikhtiar dengan cara mendeteksi penyakit sedini mungkin beserta pengobatannya. Kami juga menyebarkan resiko kematian ini sehingga ditanggung bersama.

Jika Usaha mengalami kerugian, bagaimana dengan modal kami?

Jika usaha mengalami kerugian, kerugian dalam bentuk modal ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemodal. Kerugian dalam bentuk waktu dan tenaga yang ter-sia-kan ditanggung oleh pengelola. Pengelola tidak dibebankan kerugian modal, kecuali kerugian tersebut diakibatkan kelalaian atau kesalahan manajemen dari pihak pengelola. Jika itu terjadi, maka pengelola berkewajiban mengganti modal pemodal.

Apakah jumlah modal ayam saya dapat berkurang?

Ya, jumlah modal bisa saja berkurang jika usaha mengalami kerugian. Misalnya, jika ayam yang dipelihara adalah 100 ekor dan mati 50, sehingga akibat kematian itu usaha mengalami kerugian. Dengan kerugian itu, pengelola hanya bisa membeli 75 ayam pada siklus pemeliharaan berikutnya. Maka terjadi pengurangan modal sebanyak 100-75 = 25 ayam. Maka, masing-masing modal ayam pada account pemodal akan mengalami pengurangan sebanyak 25/100 atau 25%.

Apakah jumlah modal ayam saya dapat bertambah dengan sendirinya?

Tidak, karena setelah panen, keuntungan akan langsung dibagikan. Kecuali, dari hasil yang telah dibagikan tersebut, pemodal menambah saldo modal pada accountnya secara manual.

Berapa lama masa panen?

Karena kita memelihara Ayam Kampung Asli, yaitu ayam kampung yang memiliki masa panen singkat, Masa panen ayam kampung berkisar antara 60-70 hari. Namun begitu, agar stok ayam selalu tersedia sesuai kebutuhan pasar, dan keuntungan selalu didapatkan setiap bulan, kami membagi pemeliharaan menjadi beberapa angkatan produksi.

Bagaimana contoh perhitungan bagi hasilnya jika saya bergabung sebagai pemodal di RITA?

Asumsi panen ini RITA mengalami keuntungan bersih sebesar Rp. 17.000.000 dari total penjualan 1000 ayam. 40% merupakan hak pengelola, 40% merupakan hak para pemodal dan 20% akan dibagikan sebagai bonus untuk para pekerja kandang. 40% dari keuntungan bersih adalah Rp. 6.800.000,- 

Jika anda memberikan modal kepada RITA sebesar 500 ayam. Saat itu total semua ayam yang dipelihara RITA adalah sebanyak 1000 ayam. Maka anda akan mendapatkan ( 500 / 1000 ) % atau 50% dari keuntungan yang dibagikan kepada pemodal, yaitu Rp. 3.400.000 per panen.

Apakah modal yang telah saya investasikan bisa ditarik?

Tentu saja, permohonan penarikan modal dapat dilakukan kapan saja, namun modal akan diberikan setelah siklus pemeliharaan selesai, dan keuntungan atau kerugian telah dibagikan.

Bagaimana Cara kami bisa bergabung?

Informasi tatacara pendaftaran dapat dilihat di halaman pendaftaran

Berapa minimal dan maksimal modal yang boleh kami berikan?

Kami menerima modal minimal 1 ayam, dan maksimal adalah sesuai dengan daya tampung yang masih tersedia di peternakan kami. In shaa Allah kami akan terus meningkatkan daya tampung ayam yang kami pelihara dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan usaha sehingga bisa membuka peluang investasi yang lebih besar di kemudian hari.

Apakah RITA membuka kerjasama dengan pihak lain untuk pengembangan peternakannya?

Sangat dimungkinkan dibuka kerjasama baik dengan para professional pengelola peternakan yang amanah, maupun dengan pihak yang memiliki lahan untuk usaha peternakan ayam.

Syarat dan Ketentuan

BY Unknown No comments



RITA merupakan kerjasama modal usaha yang diperjanjikan berdasarkan prinsip berbagi hasil dan berbagi resiko secara bersama.

Pemilik account menyerahkan pengelolaan modal yang ada di accountnya kepada pengelola, untuk dipergunakan dalam kegiatan usaha yang terkait dengan peternakan Ayam Kampung Asli, terbatas pada kegiatan membeli bibit ayam kampung, memelihara hingga layak dijual, kemudian menjualnya. 

Pengelola dengan aset dan sumberdaya yang dimilikinya atau dikelolanya termasuk dan tidak terbatas pada lahan, kandang, kemampuan teknis dan menajerial akan mengelola modal yang ada dengan penuh amanah, kehati-hatian dan profesionalisme untuk kepentingan pemilik modal, pengelola dan semua pihak yang terkait. 

Dari keuntungan bersih penjualan ayam kampung yang layak dijual tersebut akan dibagi tiga kepada pengelola/manajemen (DnR Farm), pemodal dan pekerja kandang, dengan porsi 40% untuk pengelola, 40% untuk para pemodal (pemilik account) dan 20% untuk bonus pekerja kandang. 

Karena waktu panen ayam 60 s.d 70 hari, maka pengelola membagi pemeliharaan ayam kampung menjadi beberapa tahap (angkatan produksi) untuk menjamin stok ayam sesuai dengan kebutuhan pasar dan juga untuk memungkinkan mendapatkan keuntungan setiap bulan dari penjualan ayam. 

Keuntungan akan dibagi setiap bulan kepada setiap pemodal sesuai porsi modal dan akan langsung dikirimkan ke rekening bank pemodal. 

Jika usaha peternakan mengalami kerugian, maka kerugian modal akan ditanggung seluruhnya oleh pemodal, dan kerugian berupa waktu dan tenaga yang tersia-siakan akan ditanggung oleh pengelola, dengan catatan kerugian bukan diakibatkan oleh kelalaian atau kesalahan pengelola. Jika kerugian disebabkan oleh kelalaian pengelola, maka pengelola wajib mengganti modal. 

Modal dicatat pada Saldo account RITA dalam satuan ekor ayam. Satu ayam mencakuo satu ekor bibit Ayam Kampung Asli (DOC) berikut biaya pemeliharaannya hingga ayam tersebut layak dijual. 

Penarikan sebagian atau seluruhnya modal yang tersimpan di account RITA hanya dapat dilakukan secara tunai, tidak dapat dalam bentuk fisik ayam kampung. Pengambilan dana secara tunai berarti pengelola mengembalikan modal setelah ayam dipanen. 

Saldo pada account RITA dapat dapat berkurang melalui kematian dalam pemeliharaan ayam kampung yang berdampak pada kerugian. Artinya jika kematian dalam pemeliharaan tidak berdampak pada kerugian, maka saldo tidak akan berkurang. Sebagai contoh, jika pada suatu siklus pemeliharaan ayam sejumlah 1000 ekor mati 50 ekor, hasil dari penjualan 950 ekor akan tetap mampu membeli bibit ayam sejumlah 1000 ekor pada siklus pemeliharaan berikutnya. 

Untuk meminimalkan resiko kerugian terhadap pengurangan saldo account RITA, pengelola akan mengelola ayam secara portfolio total, dengan alokasi jumlah kerugian yang dibagi secara proporsional. Sebagai contoh bila pada suatu siklus pemeliharaan ayam sejumlah 1.000 ekor mati 700 ekor. Sehingga mengakibatkan kerugian yang pada akhirnya pengelola tidak bisa membeli 1000 ekor (misalnya hanya mampu 800 ekor) pada siklus memeliharaan berikutnya. Maka total pengurangan ayam adalah 200 ekor. Jika total ayam yang dipelihara adalah 1000 ekor, maka setiap pemilik account akan dikurangi 200/1000 atau 20% dari saldo accountnya. 

Kepemilikan account RITA ini tidak dapat dipindah tangankan atau dialihkan kepihak lain kecuali dengan persetujuan pengelola. 

Pengelola akan menyediakan system pelaporan elektronik dimana pemilik account RITA akan selalu dapat memantau perkembangan usaha, melihat setiap transaksi, setiap keuntungan yang diperoleh, dan saldo account RITAnya setiap saat. 

Pengelola dapat menghentikan usaha peternakan ayam kampung ini kapan saja dengan kewajiban menuntaskan setiap siklus pemeliharaan ternak yang sedang berjalan, membagikan keuntungan, dan mengembalikan seluruh modal kepada pemodal sesuai dengan porsi saldo account yang dimiliki oleh setiap pemodal.